11. Selalu Shalat Malam
Written by Administrator    Sunday, 01 November 2009 16:40    PDF Print E-mail
Shalat Malam atau biasa disebut dengan tahajjud adalah shalat yang paling utama setelah shalat fardhu (lihat HR Muslim dari Abu Hurairah, no. 1163 dalam shahihnya) sebagaimana sabda Rasulullah Shallallahu alayhi wa sallam dalam sebuah haditsnya. Karena itulah Allah Azza wa jalla memerintahkan Nabi-Nya agar senantiasa melaksanakan shalat malam untuk mendapatkan keutamaan dan mencapai kedudukan yang terpuji (maqaman mahmuda) di sisi-Nya di akhirat kelak.

Dalam AlQuranul Karim disebutkan,

“Dan bertahajjudlah kami di sebagian malam sebagai nafilah (tambahan) bagi dirimu, agar Tuhanmu membangkitkanmu pada kedudukan yang terpuji (Al Israa: 79)

Berdasarkan ayat inilah sebagian ulama mengatakan bahwa khusus kepada Nabi-Nya – dan tidak kepada umatnya – Allah mewajibkan shalat malam (misalnya, lihat tafsir ibn Katsir). Sehingga tidak mengherankan jika shalat malam adalah kebiasaan yang tidak pernah beilaiu tinggalkan, sekalipun segala dosa-dosa beliau yang telah lalu dan yang akan datang telah diampuni oleh Allah. Bahkan beliau melakukannya hingga kakinya pecah-pecah dan bengkak dikarenakan lamanya berdiri.

Aisyah Radhiyallahu Anha menceritakan, “Sesungguhnya Nabi Shallallahu 'alayhi wa sallam selalu bangun (shalat) malam hingga pecah-pecah kedua kakinya. Aku pun berkata kepada beliau, ‘Kenapa engkau lakukan ini, wahai Rasulullah, bukankah Allah telah mengampuni segala dosamu yang telah lalu dan yang akan datang?’

Kata beliau, ‘apakah tidak boleh jika aku senang menjadi hamba yang bersyukur?’” (Muttafaq alaih)

Demikian, shalat tahajjud adalah salah satu kebiasaan yang selalu beliau lakukan setiap malam, kecuali jika ada halangan. Dan jika beliau tidak melakukannya dikarenakan suatu halangan, beliau mengerjakannya pada siang harinya.

Tentang kebiasaan Nabi yang selalu shalat tahajjud setiap malam ini, Aisyah berkata, “Setiap malam Rasulullah Shallallahu alayhi wa sallam selalu shalat witir, dan shalat witir beliau selesai di waktu sahur.” (HR Al-Bukhari)

Shalat witir adalah penutup shalat tahajjud, jadi jika dikatakan shalat witir, tentu saja shalat tahajjud masuk di dalamnya.

Banyak sekali hadits yang menyebutkan tentang keutamaan shalat malam. Di antaranya adalah yang diriwayatkan Imam Muslim dari Jabir Radhiyallahu Anhu, bahwa Rasulullah Shallallahu alayhi wa sallam bersabda,

“Sesungguhnya pada malam hari ada saat yang apabila seorang muslim meminta suatu kebaikan dalam urusan dunia dan akhirat kepada Allah, niscaya Dia akan memberikannya kepadanya. Dan itu di setiap malam” (HR Muslim)