Takut karena peringatan al-Qur'an
Written by adminweb    Thursday, 04 February 2010 09:47    PDF Print E-mail

 

 Kata orang zaman sekarang ini zaman edan dan tidak menentu. Apapun bisa terjadi karena ulah manusia. Fitrah kebaikan dan keislaman yang Allah berikan seakan sudah tidak mampu lagi untuk menemukan cahanyanya. Di mana-mana tindak kriminal sudah demikian menjadi-jadi dan menerkam siapa saja. Tidak pandang buku. Tidak orang-orang lemah ataupun orang-orang kuat dan berada. Siapa yang tidak mengenal budaya korupsi, suap, pembunuhan dan pencemaran nama baik. Semuanya dilakukan atas nama nafsu buas manusia. Seolah sebersit rasa kasing sayang di dunia ini begitu amat mahal dijumpai.

Karena manusia adalah makhluk sempurna yang Allah ciptakan di muka bumi di antara sekian banyak makhluk-makhluk-Nya, maka kebiasaan buruk merusak dan membuat onar di dunia ini harus segera dilenyapkan dan diberantas sebersih mungkin. Ini mengingat manusia adalah khalifatullah fil ardh (wakil Allah di bumi) dalam menegakkan kebenaran. Yang namanya wakil dan representatif 'tangan' Allah, maka keberadaannya harus selalu berada di jalan-Nya. Istiqomah dalam hidayah-Nya dan selalu memakmurkan bumi beserta isinya ini.

Seperti kasus yang belakangan ini terjadi. Tentang seorang tua yang tega membunuh secara sadis sekian banyak anak ingusan setelah sebelumnya terlebih dahulu disodomi dan diperlakukan tidak manusiawi. Sebut saja babe panggilannya. Pria yang tega menghabisi sekian banyak nyawa anak-anak tak berdosa di bawah umur itu dengan tenangnya menyungging senyuman saat ditangkap oleh pihak kepolisian untuk mempertanggungjawabkan akibat perbuatannya. Astaghfirullah, apakah bawaan fitrahnya sudah hilang dari dalam dirinya. Sebaliknya, syetan apakah yang 'betah' bersemayaman di dalam dadanya sehingga tega-teganya melakukan perbuatan biadab itu.

Hal lain yang tidak kalah heboh ceritanya adalah kasus politik yang melibatkan kepentingan orang banyak. Kasus Bank Century yang sampai saat ini masih belum jelas benang merahnya, siapa otak di belakang itu dan siapa pula dagelannya?! Bagi orang-orang yang beriman yang memandang segala sesuatu berdasarkan bashirah (mata hati) tentu tidak bisa tenang dan dia dengan peristiwa mengkhawatirkan seperti. Batinnya akan menjerit dan melawannya dengan kemampuan dan pemahaman yang ia miliki.

Tentu sangat beralasan. Siapapun kita yang masih memiliki hati nurani dan kembali kepada fitrah Allah, pasti akan menengok kembali kepada ajaran Islam yang tertuang dalam al-Qur'an, bahwa Allah telah berfirman:

 "..Dan janganlah kalian merusak di muka bumi setelah diperbaiki.."(Qs al-A'rof: 85)

Mungkin kita tidak pernah lupa dengan tingkah laku Fir'aun, makhluk yang dahulu pernah mengaku jadi Tuhan semesta alam. Karena Fir'aun tetap ngotot dan sombong dengan dirinya itu setelah diperingati nabi Musa as, Allahpun menurunkan siksa kepadanya. Tapi dampak kerusakan yang telah dia perbuat sudah merambah ke mana-mana dan menyesatkan banyak manusia. Hal ini terekam dalam firman-Nya:

"Maka pada hari ini Kami selamatkan jasadmu agar menjadi pelajaran bagi orang-orang setelah kamu.."(Qs Yunus: 92)

Itulah peringatan Allah kepada para pembuat dosa dan kerusakan. Yang kita khawatirkan sekarang adalah ancaman peringatan-Nya kepada generasi zaman sekarang ini yang melakukan dosa dalam bentuk yang tidak kalah hebat, sehingga mengakibatkan jiwa manusia melayang dalam jumlah yang tidak sedikit. Baik itu karena dosa korupsi ataupun dosa-dosa individu lainnya yang memiliki dampak sosial dalam skala besar.

Apabila dahulu akibat perbuatan dosa tidak langsung terjadi karena ada Rasulullah yang hidup di tengah-tengah kaum muslimin, maka saat ini hanya istighfarlah yang bisa menyelamatkan kita dari turunnya azab dari Allah swt. Ya, istighfar, taubat dan kembali kepada ajaran-Nya secara sempurna.

Allah berfirman:

"Dan Allah tidak akan menyiksa mereka (para pembuat kemaksiatan) selama engkau (Muhammad) ada bersama mereka. Dan sekali-kali Allah tidak akan menyiksa mereka selama mereka memohon ampunan."(Qs al-Anfal: 33)

Semoga kita termasuk hamba-Nya yang selalu teringatkan dengan tazkiroh (peringatan) -Nya, Amiin.

"Maka berilah peringatan dengan al-Quran ini bagi orang-orang takut akan ancaman neraka "(Qs Qof: 45)

"Dan berilah tazkiroh, karena sesungguhnya tazkiroh itu bermanfaat bagi orang-orang yang beriman."(Qs Az-Dzariyat: 55)

Wallahu a'lam bish-showab.

(Hidayatullah)

 

Last Updated ( Thursday, 04 February 2010 10:42 )