Tahfizh
Mau Ngapal Quran di Bulan Ramadhan
Written by adminweb    Monday, 26 July 2010 20:01    PDF Print E-mail

Pertanyaan

Assalamu 'alaikum wr.wb

Ustadz, bisa kasih saya trik-trik buat menghafal Al-Quran di bulan Ramadhan? sebentar lagi kan bulan suci Ramadhan akan tiba... trimakasih

Wassalamu 'alaikum wr.wb


Riyanto

Jawaban

Saudaraku Riyanto yang dirahmati Allah, memang tidak lama lagi bulan Ramadhan akan menyapa kita, akan menghampiri orang-orang yang senantiasa menghidupkan malam-malamnya dengan bermunajat, qiyamullail dan tilawah Al-Quran, mengisi hari-harinya dengan berpuasa dan amal shalih lainnya.  Bulan Ramadhan yang agung dan penuh keberkahan adalah sebuah karunia dari Allah SWT untuk umat Nabi Muhammad SAW. Ramadhan yang merupakan ‘hadiah’ tahunan dari Allah semestinya dijadikan sebagai ajang untuk lebih mengoptimalkan segala amalan ibadah yang selama ini dilakukan di luar bulan Ramadhan. Oleh karenanya orang-orang shalih sejak dahulu sampai saat ini selalu menikmati ‘perlombaan’ yang datangnya tiap tahun sekali dengan berbagai ketaatan dan ibadah kepada Allah tanpa mengenal bosan dan enggan.


Bentuk ketaatan dan ibadah yang paling agung adalah membaca Al-Quran yang membuat mereka menikmati malam-malam mereka dengan lantunan tilawah Al-Quran baik saat shalat atau pun di luar shalat. Rasa letih terlihat pada diri mereka karena kuatitas tilawah mereka, mereka membacanya sepanjang malam di dalam atau pun di luar shalat dan sepanjang siang dengan penuh kekhusyu’an, rasa cinta dan penuh tadabbur. Oleh karenanya momentum Ramadhan kali ini jangan sampai terlewatkan tanpa ada peningkatan yang berarti pada diri kita saat nanti kita berjumpa dengan Ramadhan, baik shalat tarawih, bersedekah terlebih tilawah Al-Quran.

Ada beberapa tips dalam menghafal Al-Quran di bulan Ramadhan, namun tips ini bisa diterapkan sesuai dengan keinginan dan disertai dengan kemampuan seseorang yang yang ingin menghafal Al-Quran.
Berikut beberapa tips sebagai contoh yang bisa diterapkan, dan tentunya diringi dengan niat dan tekad untuk menghafal yang kuat, konsisten dan mampu membaca Al-Quran dengan baik :


1.    Menghafal 5 juz
Bagi anda yang ingin menghafal 5 juz dalam bulan Ramadhan ini, maka setidaknya anda harus memiliki target  hafalan 4 halaman dalam sehari atau dua lembar dengan menggunakan mushaf huffazh.  Lalu hari jum’at dikhususkan untuk murajaah yang sudah dihafal di pekan tersebut.


2.    Menghafal 10 juz
Bagi anda yang ingin menghafal 10 juz dalam bulan Ramadhan ini, maka setidaknya anda harus memiliki target  hafalan 8 halaman dalam sehari atau 4 lembar dengan menggunakan mushaf huffazh.  Lalu hari jum’at dikhususkan untuk murajaah yang sudah dihafal di pekan tersebut.


3.    Menghafal 15 juz
Bagi anda yang ingin menghafal 15 juz atau setengah Al-Quran dalam bulan Ramadhan ini, maka setidaknya anda harus memiliki target  hafalan 12 halaman dalam sehari atau enam lembar dengan menggunakan mushaf huffazh.  Lalu hari jum’at dikhususkan untuk murajaah yang sudah dihafal di pekan tersebut.


4.    Menghafal 20 juz
Bagi anda yang ingin menghafal 20 juz dalam bulan ramadhan ini, maka setidaknya dia harus memiliki target  hafalan 16 halaman.  Lalu hari jum’at dikhususkan untuk murajaah yang sudah dihafal di pekan tersebut.


5.    Menghafal 30 juz
Bagi yang ingin mengkhatamkan hafalan Al-Quran 30 juz dalam bulan Ramadhan, maka anda harus memiliki target hafalan 24 halaman dalam sehari. Lalu hari jum’at dikhususkan untuk murajaah yang sudah dihafal di pekan tersebut.


Di bulan suci Ramadhan nanti, tentunya suasana dan peluang waktu untuk menghafal akan berbeda bila dibandingkan dengan bulan-bulan lainya. Di bulan suci Ramadhan, semangat untuk beramal akan semakin meningkat, terutama dalam membaca Al-Quran dan shalat malam selain yang paling inti yaitu berpuasa di siang harinya. Di bulan ini pula Al-Quran diturunkan.  Dan Rasulullah SAW selalu memurajaah Al-Quran di hadapan malaikat Jibril.  Rasulullah SAW berperan sebagai murid dan malaikat Jibril sebagai gurunya.
Jadi dalam proses menghafal Al-Quran ini, keberadaan seorang syaikh atau guru pembimbing harus selalu ada di sisi anda, artinya mulazamah (selalu bersama) dengannya   tidak boleh lepas saat anda menghafal Al-Quran. Karena seringkali  seorang penghafal Al-Quran jatuh dalam banyak kesalahan dalam membaca karena tidak menyetor hafalannya kepada seorang guru. Sehingga akan banyak kesulitan dalam memperbaiki hafalan atau pun bacaan Al-Quran.


Menghafal Al-Quran bisa kita lakukan sesuai dengan waktu yang kita miliki, artinya sesuai dengan kemampuan dan keinginan kita, namun yang jelas, semakin banyak ayat Al-Quran yang kita hafal semakin banyak pahala yang kita raih dari Allah SWT. Dan ini pula yang menjadi penghantar bagi Ahlil Quran kepada kedudukan atau derajatnya di surga kelak. Rasulullah SAW bersabda :


يُقَالُ لِصَاحِبِ الْقُرْآنِ : "اِقْرَأْ وَارْتَقِ وَرَتِّلْ كَمَا كُنْتَ تُرَتِلُ فِي الدُّنْيَا فَإِنَّ مَنْزِلَتَكَ عِنْدَ آخِرِ آيَةٍ تَقْرَأُهَا"

Kelak akan diseru kepada Shahibul Quran : “Bacalah, dan naiklah (ke surga) dan bacalah dengan tartil sebagaimana kamu membacanya dengan tartil di dunia; karena sesungguhnya kedudukanmu pada akhir ayat yang kamu baca”.  (HR. Muslim )


Shahibul Quran adalah orang yang selalu membaca Al-Quran, menghafalnya, mentadabburinya dan mengamalkannya. Kelak mereka akan menempati tingkatan tertentu di surga sesuai dengan apa yang dia miliki berupa ayat-ayat Al-Quran yang dihafalnya, baik bacaannya dan mengamalkan isinya.
Oleh karena momentum Ramadhan yang sebentar lagi menyapa kita, jangan sampai sia-sia berlalu tanpa ada kemajuan pada diri kita, pada diri orang-orang yang ingin menghafal Al-Quran.


Semoga dengan mengikuti tips-tips menghafal Al-Quran di atas dapat memberikan semangat dan Allah SWT akan memudahkan kita dalam menghafal Al-Quran, bisa lebih lekat lagi dalam berinteraksi dengannya. Wallahu a’lam


(Tulisan ini juga bisa dibaca di www.warnaislam.com dan www.taufik-hamim.com)

Last Updated ( Tuesday, 27 July 2010 14:15 )
 
Tilawah Al-Quran dikala haid/nifas
Written by Administrator    Monday, 26 October 2009 14:32    PDF Print E-mail

Pertanyaan

Isi pertanyaan

Assalamualaikum.wr.wb

ustad taufik yang saya hormati, saya ingin bertanya mengenai hukumnya wanita yang tilawah disaat haid. karena ada yang membolehkan namun ada juga yang melarang. Apa saja yang dapat dilakukan oleh wanita haid untuk tetap menjaga kedekatan nya dengan sang khaliq? atas jawaban yang diberikan saya ucapkan terima kasih

siti

wassalamu 'alaikum wr.wb

Jawaban

 

Assalamu ‘alaikum wr.wb

Membaca Al-Quran adalah ibadah yang amat mulai, kerena demikian Allah SWT dan Rasul-Nya memanjakan dan memuliakan para pembaca Al-Quran.

Rasulullah SAW bersabda :

“Sebaik-baik kalian adalah orang belajar Al-Quran dan mengajarkannya”.

Banyak ukuran orang baik dalam pandangan rasulullah SAW, diantaranya adalah orang yang belajar Al-Quran dan mengajarkannya. Bahkan dalam hadits lainnya beliau jga berdsabda :

“Orang yang mahir membaca Al-Quran, maka dia akan ditempatkan bersama dengan hamba-hamba yang mulia, dan orang yang membaca Al-Quran secara terbata-bata dan dia merasa kesulitan; maka baginya dua pahala”.

Subhanallah, jadi orang yang membaca Al-Quran dan dia kesulitan dalam membacanya, masih tetap mendapatkan dua pahala, pahala membacanya dan pahala karena kesulitannya. Kemuliaan ini tidak terdapat dalam bagi orang yang membaca Al-Quran. Namun dia juga harus tetap belajar dan belajar, sehingga ke depan dia akan termasuk dalam golongan orang yang mahir membaca Al-Quran.

Oleh karenanya para shahabat RA terdahalu  memberikan porsi dan perhatian yang begitu besar untuk belajar Al-Quran dan kemudian mengajarkannya kepada orang lain.  

Darah haidh/nifas

Darah haidh adalah darah yang menjadi ‘tamu’ bulanan secara alami bagi semua wanita yang sudah baligh. Jadi bagi kaum Hawa ini tidak perlu resah dan sedih karena tidak bisa menjalankan beberapa ibadah seperti halnya kaum pria; karena ini adalah merupakan takdir Allah SWT, walaupun sebenarnya ada banyak hikmah di balik kedatangan ‘tamu’ tersebut.

Namun demikian, sebagai seorang muslimah, dia harus mengetahui hukum-hukum syar’i yang berkaitan dengan haidh tersebut dan tentunya juga nifas termasuk dalam pembahasan ini, sehingga dia dapat melakukan berbagai ibadah sesuain dengan tuntunan yang benar.

Suatu hari Rasulullah SAW mendapati Aisyah RA sedang menangis- peristiwa ini saat perjalan keduanya dalam haji wada’ – Rasulullah SAW pun bertanya kepadanya : “Apa yang membuatmu menangis?, apakah kamu kedatangan haidh?”. Dia menjawab: “ya”. Rasulullah bersabda : “Ini adalah sesuatu yang telah Allah tetapkan atas anak-anak cucu perempuan Adam, kerjakanlah segala yang biasa dilakukan oleh orang yang sedang haji selain thawaf mengelilingi ka’bah”. (H.R. Muslim)

Demikian hadits di atas menerangkan bahwa bagi wanita yang sedang haidh memiliki hukum khusus dalam beribadah dan jangan sampai dia bersedih karena tiap bulan pasti kedatangan ‘tamu’ secara rutin.

Membaca Al-Quran saat haidh/nifas

Sebenarnya masalah membaca Al-Quran bagi wanita yang sedang haidh atau nifas ada dua pandangan dari ulama kita sejak dahulu :

Pertama : Membacanya hanya dalam hati dan tanpa memegang mushaf

Pendapat pertama ini didukung oleh Jumhur (Mayoritas) ulama, mereka berpendapat tidak mengapa bagi seorang wanita yang sedang haidh atau nifas untuk membaca Al-Quran, namun hanya dengan melihat mushaf tanpa memegangnya Al-Quran dan membacanya pun dalam hati, bila sampai diucapkan maka tidak boleh. Mereka beragumentasi dengan hadits-hadits yang memiliki derajat lemah.

Kedua : Yang membolehkan

Pendapat yang membolehkan, yaitu sebagian ulama, karena tidak ada dalil yang melarangnya. Diantaranya Imam Bukhari dan Ibnu Taimiyah. Ibnu Taimiyah berkata : “tidak ada satu hadits pun yang melarang wanita untuk membaca Al-Quran”. Karena hadits :

“Wanita haidh dan junub tidak boleh membaca Al-Quran sedikit pun”, adalah hadits dhaif.

Dahulu para wanita di zaman Nabi SAW telah mengalami haidh, seandainya membaca Al-Quran haram bagi mereka seperti halnya shalat, maka pasti Rasulullah SAW akan menjelaskannya kepada umatnya dan Umahatul Mukminin pun akan mempelajarinya, demikian yang disampaikan para ulama kepada umat ini. Nah ketika tidak ada dalil dari Rasulullah SAW yang mengharamkan dengan banyaknya wanita yang haidh pada zaman beliau maka tidak haram bagi mereka.

Namun yang perlu diperhatikan adalah tidak mengapa membaca Al-Quran bagi wanita yang sedang haid atau dalam keadaan nifas membaca Al-Quran. Namun yang ditekankan di sini adalah apa bila itu dilakukan dalam keadaan mendesak (darurat) seperti seorang guru yang sedang mengajarkan murid-muridnya, seorang murid yang mambaca wirid menjaga hafalan Al-Quran siang ataupun malam hari, namun apa bila membacanya dalam rangka untuk mengapai pahala semata dan untuk bertaqarrub secara khusus kepada Allah maka yang lebih utama adalah tidak melakukannya, karena jumhur (mayoritas) ulama memandang bahwa wanita yang sedang haid tidak boleh membaca Al-Quran.

Wallahu a’lam bishshawab
Wassalamu 'alaikumu wr.wb
H. Taufik Hamim Effendi, Lc., MA

(Tulisan ini juga bisa dibaca di www.taufikhamim.com dan www.warnaislam.com)

Last Updated ( Monday, 26 October 2009 14:41 )
 
(Anggota TNI) Menghafal Al-Quran
Written by Administrator    Friday, 23 October 2009 06:22    PDF Print E-mail
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakaatuh..

smoga ustadz dan kluarga slalu dalam lindungan dan rahmat Allah SWT..

Saya anggota TNI,umur 36 th,saya ingin sekali menjadi penghapal Al-quran,saat ini saya sdg bertugas di lebanon,alhamdulillah selama saya disini(nop 2008-skrg)saya baru bisa menghapal juz 30 itupun blm smpurna,pertanyaan:
 
Menghafal Al-Quran dan Menghindari Tempat Maksiat
Written by Administrator    Wednesday, 21 October 2009 15:20    PDF Print E-mail

Pertanyaan: Bagaimana suka menghafal Qur'an tapi tidak bisa menghindari diri dari maksiat?? pergaulan tidak islami.solusinya? syukron

 
Sanad Hafizh?
Written by Administrator    Tuesday, 20 October 2009 06:52    PDF Print E-mail

Pertanyaan

Ustad Taufik yang saya hormati.

Dalam hal menghafal Al-Qur’an, kita dianjurkan untuk mempelajarinya secara talaqqi. Yaitu langsung kepada guru yang memiliki kafaah, bukan hanya hafizh 30 Juz, tapi juga memiliki riwayat ilmu yang sampai ke Rasulullah SAW. Nah yang ingin saya tanyakan :

 
  • «
  •  Start 
  •  Prev 
  •  1 
  •  2 
  •  3 
  •  Next 
  •  End 
  • »


Page 1 of 3