Tahfizh
Belajar Al Quran-2 (Bahasa Arab Bahasa Penghuni Sorga?)
Written by Administrator    Saturday, 15 November 2008 06:56    PDF Print E-mail

Pertanyaan

Assalamualaikum w.w.

Atas anjuran ustadz, saya sudah mulai belajar bahasa Arab. Saya juga sudah mulai belajar membaca Al Qur'an dan tadjwidnya. Say atur waktu belajar ini pada pagi hari sebelum dan sesudah sholat subuh, serta setelah sholat Isha. Yang saya tanyakan adalah:

1. Apakah bahasa Arab Qur'an sama dengan bahasa Arab yang digunakan sekarang? Artinya kalau saya cari artinya di kamus dapat dibenarkan?.

2. Apakah benar bahasa Arab adalah bahasa Akhirat?.

3. Bolehkah belajar membaca dengan mengikuti bacaan dari CD dan pembacanya Hani Rifai karena ambitus suara saya sama dengan beliau?

Terima kasih atas perhatian ustadz.

 

Achmad Siswono

Jawaban

Wa 'alaikumussalam wr.wb

Alhamdulillah, saya senang sekali mengetahui perkembanagn bapak yang begitu luar biasa. Walaupun umur bapak sudah lanjut, namun semangat untuk belajar membuat orang seperti kami yang boleh dibilang separuh umur bapak, harus lebih semangat lagi dalam menuntut ilmu. Memang inilah diantara yang sangat dianjurkan sekali dalam Islam agar kita tidak terputus dalam menuntut ilmu sampai maut menjemput kita. Dan semoga bapak dan kita semua termasuk orang-orang yang dimudahkan Allah SWT dalam menuju sorganya dengan menuntut ilmu ini. Sebagaimana yang disabdakan oleh Rasulullah SAW :

?????? ?????? ???????? ?????????? ????? ??????? ??????? ??????? ???? ???? ???????? ????? ??????????

“Dan barang siapa yang meniti jalan untuk mencari ilmu maka Allah akan memudahkan baginya jalan menuju sorga”. HR. Muslim

 

Bapak Achmad Siswono yang dimuliakan  Allah SWT, berkaitan dengan pertanyaan bapak yang pertama, perlu bapak ketahui bahwa Bahasa Arab yang digunakan  saat ini ada dua macam :

Pertama : Bahasa Arab fusha (Arab Fasih), yaitu Bahasa Arab yang terdapat di dalam Al-Qur’an dan Hadits Nabi dan  Atsar  para Shahabat. Bahasa Arab Fusha ini juga biasa digunakan dalam penulisan kitab-kitab yang ditulis oleh para ulama salaf dan itu terus berlanjut sampai sekarang. Selain itu Bahasa Arab fusha ini juga biasa digunakan dalam bahasa pengantar resmi di kampus-kampus atau  universitas-univeristas Islam  di Timur Tengah.

Jadi apabila kita faham Bahasa Arab secara baik dan benar, maka kita akan dapat membaca dan memahami secara baik dan benar kitab-kitab yang telah ditulis oleh para ulama tersebut. Dan ini tidak terbatas hanya pada membaca karangan mereka saja, mendengar dan berbicara langsung dengan siapapun apabila dia menggunakan Bahasa Arab fusha maka dia akan faham. Seandainya kita yang memahami Bahasa Arab dengan baik dan benar dapat berdiaolg lansung dengan Rasulullah SAW, para shahabatnya dan para ulama salaf yang telah lama wafat ratusan tahun (tapi ini mustahil dan tidak akan terjadi) pasti kita akan bisa saling memahami apa yang kita bicarakan; karena Bahasa Arab Fusha sampai saat ini tidak ada perubahan yang berarti sama sekali seperti halnya Bahasa Inggris atau Bahasa lainnya di dunia ini.

Keduan : Bahasa Arab ‘Amiyah (Bahasa Arab pasaran), yaitu Bahasa Arab yang biasa digunakan oleh orang masyarakat Arab dalam pergaulan sehari-hari mereka saat ini, tanpa kaidah ilmu nahwu, sharaf apalagi ilmu balaghah.

Walaupun sebagian lafazh Bahasa Arab ‘amiyah aslinya dari Bahasa Arab fusha, namun karena pengucapannya yang capat dan disingkat jadilah dia Bahasa ‘Amiyah yang biasa digunakan dalam bahasa pergaulan sehari-hari

Bahasa Arab ‘amiyah ini cakupannya sangat sempit dan terbantas hanya pada daerah tertentu saja. Misalnya orang Arab Saudi apabila berbicara dangan orang Mesir, Maroko, Yaman atau Negara-negara Arab lainnya dengan Bahasa ‘Amiyah mereka masing-masing, maka bisa dipastikan mereka tidak akan saling memahami pembicaraan.

Seperti halnya di Indonesia bukannya ada banyak bahasa daerah, antara satu daerah dengan daerah lainnya memiliki bahasa daerah masing-masing yang apabila mereka berkumpul dan berbicara dengan menggunakan bahasa daerah mereka, maka tentunya tidak akan nyambung.

Lain halnya dengan Bahasa Arab fusha, dia bisa digunakan di negara manapun. Bila mana kita berbicara dengan orang Amerika, Inggris, Spanyol, Thailand atau Negara lainnya di belahan dunia ini, maka kita akan bisa saling memami pembicaraa kita kalau yang mereka juga menggunaka Bahasa Arab fusha pula.

Jadi di sini jelas bahwa Bahasa Arab yang digunakan sekarang ini sama dengan Bahasa Arab Al-Qur’an asalkan Bahasa Arab yang digunakan itu Bahasa Arab fusha dan sesuai dengan kaidah ilmu ahwu, sharaf dan balahgah.

Namun kalau bapak membuka kamus Arab-Indonesia dalam mencari arti suatu kata atau kalimat maka bapak akan mendapati terjemahannya terkadang tidak pas. Mengapa demikian?, karena memang satu kata dalam Bahasa Arab dapat memiliki lebih dari satu arti, tergantung dari siyaqul kalam (bentuk dan sususan kalimatnya).

Bagi para pemula dalam mempelajari Bahasa Arab memang tidak bisa meninggalkan kamus Arab-Indonesia atau Indonesia-Arab. Namun tetap tidak boleh lepas dari bimbingan sang guru. Idealnya dalam mencari arti dan maksud dari suatu kata Bahasa Arab kita menggunakan kamus Bahasa Arab yang yang berbahasa Arab pula seperti al-Mu’jamul Wasith. Sehingga ketika dia mencari maksud dan arti suatu kata maka dia akan mendapatkan lebih dari satu pengertian dan maknanya, bahkan di situ akan diberikan contoh-contoh penggunaan kata tersebut dalam beberapan susunan kalimat.

Bahasa Arab, Bahasa Akhirat, Bahasa penghuni sorga?

Memang Bahasa yang digunakan oleh Rasulullah SAW dalam kehidupannya sehari adalah Bahasa Arab, karena beliau adalah orang Arab. Dalam menyampaikan hadits dan menceritakan kisah-kisah orang terdahulu dan peristiwa yang akan datang di kemudian hari, beliau mengungkapkannya dengan Bahasa Arab.

Kemudian, apakah Bahasa Arab itu adalah Bahasa yang digunakan di akhirat? Memang ada hadits Rasulullah SAW yang berbunyi :

 “????????? ????????? ????????? ????????? ????????? ?? ?????????? ?????????? ?? ??????? ?????? ?????????? ?????????"

"Cintailah orang Arab karena tiga hal; Karena aku adalah orang Arab, Al-Qur’an itu berbahasa Arab dan ucapan penduduk sorga adalah Bahasa Arab”. (HR. Hakim, Thabarani dan Baihaqi)

Kalau hadits ini bisa dijadikan sandaran, maka benar adanya bahwa bahasa yang akan digunakan di sorga nanti adalah Bahasa Arab. Namun banyak para Ahli Hadits yang menilai hadits ini dha’if bahkan sampai ke tingkat hadits Maudhu’ (palsu) karena ada perawi hadits ini yang dianggap lemah dan bahkan pembohong.

Imam Dzahabi menyebutkan dalam ringkasan kitab al-Mustadrak : Saya kira hadits ini lemah”. Ibnu Al-Jauzi menyebutkan hadits ini dalam kita al-Maudhu’at (kumpulan hadits-hadits palsu)

Namun demikian Bahasa Arab adalah Bahasa termulia karena dia adalah Bahasa Al-Qur’anul Karim, Bahasa yang digunakan untuk kitab termulia.

 

Belajar Al-Qur’an mengikuti bacaan dari CD, boleh?

Sebenarnya boleh saja belajar membaca Al-Qur’an dengan mengikuti bacaan dari CD, kaset, video atau yang semisalnya. Akan tetapi jangan sampai segala sarana yang ada ini dijadikan satu-satu guru dalam belajar Al-Qur’an. Karena belajar Al-Qur’an yang benar adalah  harus dengan guru yang mengajari dan membimbingnya. Dia dapat memperbaikinya bila mana sang murid keliru dalam  membaca dan melafazhkan ayat-ayat Al-Qur’an. Karena dengan talaqqi dan musyafaha (menerima pelajaran dengan berhadapan langsung) kepada guru inilah cara yang paling benar. Sebagaimana para Ahlul Qur’an bertalaqqi langsung kepada gurunya, gurungya bertalaqqi kepada gurunya lagi sampai kepada para qari’ dari kalangan Tabi’in, kemudian mereka bertalaqqi kepada qari’ dari kalangan Shahabat RA, kemudian mereka bertalaqqi langsung kepada Rasulullah SAW. Rasulullah SAW bertalaqqi kepada Malaikat Jibril dan malaikat jibril  menerima Al-Qur’an dari Allah SWT.

Jadi silahkan bapak memilih bacaan salah seorang Imam/Qari’ terkenal dari Timur Tengah, yang tilawahnya tersebar di seluruh dunia dan cenderung diminati lagunya dalam membaca Al-Qur’an, seperti Syaikh Mahmud Khalil Al-Hushari, Syaikh Muhammad Siddiq Al-Minsyawi, Syaikh Abdullah bin Ali Bashfar, Syaikh Abdurrahman Al-Hudzaifi, Syaikh Su’ud Syuraim, Syaikh Abdurrahman Al-Sudais, Syaikh Misyari Rasyid, Syaikh Hani Rifa’I, Syaikh Sa’d Al-Ghamidi dll.

Semoga Allah memudahkan segala upaya bapak dalam mempelajari kitab suci-Nya. Wallahu ‘alam bishshawab 

 
Mau menghafal Al-Quran, tapi belum fasih
Written by Administrator    Saturday, 15 November 2008 07:22    PDF Print E-mail

Pertanyaan

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Pak Ustadz yang dirahmati Allah SWT, bagaimana cara menghafal quran sementara saya kurang fasih dan hanya hafal beberapa surat saja?

lalu apakah pada awal hafalan harus menghafal juz amma terlebih dahulu?

lantas bagaimana cara agar saya cepat menghafal dan berapa tahun rata2 orang hafal quran itu?

mohon jawabannya

Wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh

faishal farisy bin muhammad abu sujak

Jawaban

Assalamu ‘alaikum Warahmatullahi wabarakatuh Alhamdulillah

kita sangat bersyukur sekali karena banyak kaum muslimin yang memiliki keinginan kuat untuk aktif dalam kegiatan menghafal Al-Qur’an. Akan tetapi bagaimana apabila diantara mereka memiliki bacaan yang kurang baik atau tajwidnya masih berantakan? Atau cara pengucapan lafazh Al-Qur’an yang kurang fasih?

Kita harus bersyukur bisa tinggal di lingkungan dimana banyak ayat-ayat Al-Qur’an sering terdengar, sehingga kalau ada keinginan pada diri kita untuk menghafal; maka kita tidak akan banyak mengalami kesulitan. Mengapa demikian? Karena kalau telinga kita terbiasa mendengar lantunan ayat-ayat suci Al-Qur’an maka kemudahan yang akan kita lalui dalam menghafal Kitabullah ini.

Memang idealnya sebelum mulai menghafal Al-Qur’an, hendaknya kita memperbaiki bacaan kita terlebih dahulu. Bagaimana caranya? Mudah saja, coba anda mendaftar ke sebuah Lembaga pendidikan Islam yang salah satu programnya adalah tahsin tilawah (memperbaiki bacaan) dan juga tahfizh (menghafal) Al-Qur’an.

Atau anda dapat membenahi bacaan Al-Qur’an-mu dengan merujuk kepada salah seorang guru Al-Quran yang memiliki kapasitas yang cukup. Atau anda mendengarkan surat/ayat yang akan kamu hafal dengan suara salah seorang qari dari tape recorder, MP3, MP4, VCD player dan lain sebagainya.

Dengan demikian maka, sedikit banyak anda akan terhindar dari kesalahan dalam membaca dan menghafal ; karena ketika anda menghafal suatu kata atau ayat dalam Al-Qur’an secara tidak benar; maka anda akan memiliki kesulitan dalam memperbaikinya di kemudian hari setelah hafalan itu sudah melekat di ingatan.

Untuk mulai menghafal Al-Qur’an tidak harus dimulai dari juz ‘Amma, yang penting kalau menurut anda juz ‘Amma, misalnya, yah boleh saja anda memulainya dari juz tersebut. Tapi memang kebanyakan para penghafal Al-Qur’an memulainya dari juz’ Amma. Kerena surat-surat dan ayat-ayat yang terdapat di dalam juz ‘Amma ini memang pendek-pendek.

Sejauh ini, yang saya ketahui, banyak lembaga-lembaga tahfizh Al-Qur’an mengajarkan kepada para santrinya untuk mulai menghafal dari juz Amma (Juz 30), juz Tabarak (Juz 29), juz Qad Sami’Allah (Juz 28), dan juz Adz-Dzariyat (Juz 27). Nah setelah itu baru pindah ke juz satu dan demikian seterusnya sampai selesai 30 juz. Kemudian kalau anda ingin cepat hafal, tentunya banyak caranya, baca sebanyak mungkin ayat-ayat yang akan anda hafal, minimal tujuh kali.

Kalau anda sudah menghafalnya usahakan selalu di baca atau diulang-ulang. Usahakan mushaf Al-Qur’an selalu ada di sisi anda. Sekali lagi perbanyak pula mendengarkan bacan Al-Qur’an dari kaset, vcd, mp3 dan yang sejenisnya.

Yang terakhir, berapa lama biasa orang dapat menghafal Al-Qur’an? Jawabannya sebenarnya sangat relatif, ada yang mampu mengahafal cepat 30 juadalam tempo 1 bulan, 3 bulan, 6 bulan, 1 tahun, 2 tahun atau 5 tahun atau mungkin lebih dari itu. Ini tergantung kepada tingkat kecerdasan dan porsi waktu yang disisihkan oleh orang yang ingin menghafalnya.

Tapi menurut hemat saya baiknya jangan terburu-buru. Yang penting bisa menghafal 30 juz. Misalkan dalam waktu 3-5 tahun, akan tatapi kualitas bacaan dan hafalannya ada jaminan mutu. Syukur kalau sampai paham isi Al-Qur’an selama 5 tahun tersebut.

Semoga penjelasan di atas dapat membantu dan memotivasi anda dan juga kita semua yang memiliki azam yang kuat untuk menghafal Al-Qur’an dimudahkan oleh Allah SWT dalam memelihara kitab suci-Nya. Kita harus yakin akan janji Allah SWT tersebut. Aamiin

Wallahul Musta’an

Wassalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Taufik Hamim Effendi, Lc., MA

(Tulisan ini juga bisa dibaca di www.taufikhamim.com)

 
Saya ingin menjadi Hafizhah
Written by Administrator    Monday, 27 July 2009 22:32    PDF Print E-mail
Pertanyaan

Assalamualaikum, Wr.Wb, Ustadz taufik yang saya hormati, saya akhwat berusia 26 tahun, apakah untuk usia saya ini terlambat untuk menjadi hafidzhah? bagaimana agar saya dapat menghapal dengan mudah dan lancar karena saya punya kekurangan dalam memori saya, selain itu kesibukan saya cukup padat dalam pekerjaan dan aktifitas pembinaan. terimakasih sebelumnya ustadz.

Wassalam.

nira mirawana

jawaban

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Saya doakan semoga Ibu diberikan kemudahan oleh Allah SWT dalam meraih harapan mulia, yaitu ingin menjadi seorang Hafizhah, penghafal Al-Quran. Allah SWT menjamin kelestarian Al-Quran hingga akhir zaman, Dialah yang menjaga Al-Quran sebagaimana Dia pula yang menurunkannya sebagai pedoman hidup hamba-hamba-Nya. Namun, Allah juga memilih orang-orang khusus sebagai “khalifah”-Nya dalam menjaga kemurnian dan kemuliaan Kalam-Nya, yakni para penghafal Al-Quran (Huffazh).
Penghafal Al-Quran merupakan orang-orang terpilih di antara hamba-hamba Allah SWT. Mereka ibarat pasukan elite dan khas, sebagai “pasukan khusus pengawal Al-Quran”, dan tentu saja dengan imbalan kemuliaan, keberkahan, atau pahala yang “elite” dan “khas” pula.
Allah menjamin tidak akan ada yang mampu memalsukan Al-Quran, bahkan satu ayat pun, sebagaimana tidak akan ada manusia dan jin yang mampu membuatnya.  Jaminan Allah itu diberikan karena akan selalu hadir para penghafal Al-Quran dari zaman ke zaman. Kesalahan sedikit pun, disengaja ataupun tidak disengaja, akan langsung diketahui dan dikoreksi.

Apakah kita tertarik menjadi anggota “pasukan khusus pengawal Quran” itu? Jika ya, silahkan baca buku saya Jurus Jitu Menghafal Al-Quran yang baru saja terbit bulan awal Juli 2009 ini atau silahkan download e-booknya di http://taufikhamim.com/download/ebook.html, insya Allah akan membantu siapapun yang memiliki tekad kuat untuk menghafal Al-Quran.

Dalam buku ini diceritakan, Ada beberapa kisa orang yang memiliki kesibukkan dan umurnya sudah cukup lanjut, namun mampu menghafal Al-Quran 30 juz.

Dalam buku ini juga ditegaskan, menghafal Al-Quran itu mudah, tidak susah. Allah SWT sendiri yang menegaskannya, berkali-kali. Jadi, siapa pun, dalam usia berapa pun, dapat dengan mudah menjadi seorang penghafal Al-Quran (Hafizh), asalkan mampu memenuhi syarat dan menjalani proses, tahapan demi tahapan, sebagaimana secara gamblang dikupas dalam buku tersebut. Sehingga ia sangat layak untuk dibaca, dipelajari dan menjadi rujukan bagi siapa pun yang ingin menghafal Al-Qur’an. Bagi orang tua, buku ini sangat tepat sebagai pegangan dalam membimbing anak-anaknya untuk bisa menghafal Al-Quran sejak usia dini, bagi seorang guru, buku ini bisa menjadi rujukan penting dalam mengajarkan anak-anak didiknya untuk bisa menghafal Al-Quran.

Semoga usaha kita dalam mengahfal Al-Quran akan menjadi pemberat timbangan amal kita di hari yang tidak adalagi manfaat harta dan anak kecuali bagi orang yang medatangi Allah dengan hati yang bersih. Amien ya Rabbal ‘alamien.

Wassalamu ‘alaikumu warahmatullahi wabarakatuh
(Tulisan ini juga bisa dibaca di www.taufikhamim.com)

 

 
Last Updated ( Saturday, 05 September 2009 03:21 )
 


Page 3 of 3